Potensi Anti Inflamasi pada propolis

Potensi Anti Inflamasi pada propolis
11th November 2020 3 Comments Uncategorised admin

Inflamasi adalah kondisi saat bagian dari tubuh menjadi kemerahan, bengkak dan seringkali terasa sakit karena adanya luka ataupun infeksi. Dan ini dapat terjadi pada siapa saja baik balita, anak anak, remaja maupun orang dewasa

inflamasi terjadi dalam tubuh

Inflamasi, dapat dikatakan tidak dapat dihindari, karena dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab seperti kondisi akut ataupun kronis, efek samping pengobatan tertentu, dan paparan iritan atau zat asing tertentu yang tidak dapat dieliminasi oleh tubuh.

inflamasi dan zat anti infalamasi

Obat anti-inflamasi yang beredar dipasaran, sayangnya menimbulkan efek samping yang cukup fatal seperti komplikasi pada sistem pencernaan atau kerusakan pada situs inflamasi karena enzim proteolitik dan radikal bebas yang dilepaskan oleh neutrofil saat inflamasi berlangsung.

Oleh karena itu, riset untuk menemukan zat anti inflamasi tanpa efek samping tersebut berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Riset pun membuahkan hasil, yakni ditemukannya propolis, sebagai bahan yang memiliki senyawa-senyawa bersifat anti inflamasi.

Propolis sendiri adalah sejenis zat resin yang dikumpulkan oleh lebah madu dari getah atau tunas pohon.

lebah madu penghasi propolis

Karena dikumpulkan dari getah dan tunas dari berbagai pohon, jenis propolis begitu beragam, tergantung dari komposisi apa yang dimilikinya berdasarkan kekayaan alam, dimana propolis tersebut ditemukan.

Bahan alami ini ternyata terbukti memiliki zat-zat anti infalamsi tanpa memberikan efek samping seperti obat anti-inflamasi lain yang beredar di pasaran. Hal itu terjadi karena aktivitas anti-inflamasi dari zat-zat tersebut tidak melewati jalur metabolisme yang menyebabkan efek samping yang telah disebutkan.

Zat-zat tersebut antara lain adalah galangin, apigenin, pinocembirin, artepilin c, formononetin, neovestitol, vestitol, isoliquiritigenin, daidzein dan asam arakidat.

Galangin, apigenin, pinocembirin, artepillin c, formononetin, neovestitol, vestitol, isoquiritigenin dan daidzein adalah zat zat yang ditemukan pada berbagai jenis propolis Brazil.

Zat- zat ini berfungsi mencegah inflamasi dengan cara menekan rekrument neutrofil saat inflamasi berlangsung. Beda halnya dengan asam arakidat, zat ini diperkirakan mencegah inflamasi yang dihasilkan oleh sel-sel jaringan, fagosit dan limfosit seperti prostaglandin, histamin,serotonim dan bradikinin atau menghambat aktivitas dari siklooksigenase saat inflamasi berlangsung.

propolis nasa

Efek anti inflamasi pada propolis dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit yang berkaitan dengan inflamasi seperti

  • Radang tenggorokan
  • Radang sendi
  • Radang usus
  • Radang telinga
  • Kulit gatal dan kemerahan
  • Jerawat
  • Amandel
  • Dan penyakit lainnya

Perlu diperhatikan propolis lebih aman digunakan dibandingkan obat kimia, karena tidak memunculkan efek samping yang merugikan dan terbuat dari bahan alami.

Namun bagi sebagian orang yang alergi terhadap produk lebah dan turunannya harus berhari-hati.

Zat-zat yang memiliki potensi anti-inflamasi pada propolis ternyata juga dapat dikembangkan untuk dimanfaatkan lebih lanjut.

Contohnya adalah kandungan flavonoid (pinocembrin, formonetin dan isoliquritigenin) dapat menjadi agen fotoprotektif, yakni zat yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, khususnya ultraviolet b. Hal ini disebabkan oleh kesamaan srtuktur dari flavanoid dan zat organic bersifat Ultraviolet filter (penyaring sinar ultraviolet) yang dapat menyerap radiasi sinar ultraviolet.

Kandungan-kandungan dalam propolis yang memiliki potensi anti-inflamasi tentu dapat dikembangkan lebih lanjut kedalam bentuk produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Referensi:

Oleh: Regina Katelia

Editor : Putri Hawa Syaifie

Referensi:

[1] https://www.healthline.com/health/inflammation#symptoms

[2] Rodrigo Lima Cavendish; Jandson de Souza Santos; Reinaldo Belo Neto; Ailma Oliveira Paixão; Juciele Valéria Oliveira;Edilson Divino de Araujo; Andresa Aparecida Berretta e Silva; Sara Maria Thomazzi; Juliana Cordeiro Cardoso; Margarete Zanardo Gomes. Antinociceptive and anti-inflammatory effects of Brazilian red propolis extract and formononetin in rodents. Preprints 2015 (doi: 10.1016/j.jep.2015.07.022 0378-8741).

[3] Marcelo Franchin; Irlan Almeida Freires; Josy Goldoni Lazarini; Bruno Dias Nani; Marcos Guilherme da Cunha; David Fernando Colon; Severino Matias de Alencar; Pedro Luiz Rosalen. The use of Brazilian propolis for discovery and development of novel anti-inflammatory drugs. Preprints 2017 (doi: 10.1016/j.ejmech.2017.06.050).

[4] Sélestin Dongmo Sokeng; Emmanuel Talla; Paul Sakava; Michel Archange Fokam Tagne; Celine Henoumont; Laurent Sophie; Joseph Tanyi Mbafor; Fernand-Nestor Tchuenguem Fohouo1. Anti-Inflammatory and Analgesic Effect of Arachic Acid Ethyl Ester Isolated from Propolis. Preprints 2020 (doi: 10.1155/2020/8797284)

[5] C.M. Batistaa; A.V.F. Alvesa; L.A. Queiroza; B.S. Limac; R.N.P. Filhob; A.A.S. Araújoc; R.L.C. de Albuquerque Júniora;J.C. Cardosoa. The photoprotective and anti-inflammatory activity of red propolis extract in rats. Preprints 2018 (doi:10.1016/j.jphotobiol.2018.01.028)

Healthline

Tags
About The Author
Leave Comment
  1. 1

    Jual propolis sunpro di daerah tangerang selatan – Sunpro Propolis Nano

    […] Baca juga: Potensi Anti inflamasi pada propolis […]

    Reply
  2. 1

    Manfaat propolis untuk mengobati batuk berdahak dan batuk kering | PT Nanotechherbal Indonesia

    […] Baca juga: Potensi inflamasi pada propolis […]

    Reply
  3. 1

    Maklon Propolis seperti apa? | PT Nanotech Herbal indonesia

    […] Baca Juga : Potensi Anti Inflamasi Pada Propolis […]

    Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *