Mengkonsumsi obat khusus dengan obat herbal

Mengkonsumsi obat khusus dengan obat herbal
1st July 2020 1 Comment Uncategorised admin

Maraknya penggunaan obat herbal di Indonesia berhubungan pula dengan banyaknya jenis tumbuhan di negeri ini. Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan tumbuhan yang melimpah.

Berdasarkan penelitian di dunia medis, obat herbal memiliki kandungan, pengaruh, dan cara kerja obat yang kompleks. Namun, setidaknya hampir semua tanaman obat herbal memiliki kandungan antioksidan.

konsumsi obat khusus

Efek antioksidan dalam obat herbal berperan baik dalam mendukung proses pengobatan untuk beragam kondisi, seperti kanker, diabetes, Alzheimer, dementia, dan beberapa penyakit kardiovaskular.

Dan, apabila kamu ingin menggunakan obat-obatan herbal untuk menjaga kesehatan dan mengatasi suatu penyakit, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui cara kerja, khasiat, dan apakah ada kontradiksi dari obat herbal tersebut.

Sumber kompas: Penggunaan obat kimia modern dan obat herbal, termasuk jamu, secara bersamaan untuk mengobati penyakit tertentu harus dilakukan secara hati-hati. Penggabungan secara serampangan bisa memperburuk kesehatan.

”Butuh pengetahuan dan penelitian lebih banyak untuk menggabungkan penggunaan jamu dan obat kimia secara bersamaan,” kata Ketua Program Studi Pengobatan Tradisional, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Arijanto Jonosewojo, dalam simposium ”Pentingnya Kualitas Ekstrak Obat Herbal sebagai Produk Perawatan Kesehatan dan Agen Terapetik”

Uji klinik yang dilakukan di Rumah Sakit Umum dr Soetomo, Surabaya, menunjukkan, penggunaan obat antikolesterol simvastatin ataupun campuran daun jambu, temu lawak, dan jati belanda (obat tradisional) memberikan hasil yang baik jika digunakan secara sendiri-sendiri.

Tetapi, jika digabung, hasilnya justru buruk. Hal yang sama terjadi pada penggunaan metformin dan teh hitam untuk mengobati diabetes. Jika kedua obat itu digunakan sendiri-sendiri, bisa menurunkan kadar gula darah rata-rata selama 1-3 bulan (HbA1C) hampir sama.

Namun, jika digabung, penurunan HbA1C justru sangat kecil. ”Jika ingin menggabungkan, obat modern sebaiknya diminum lebih dulu. Setelah 1-2 jam, baru minum obat herbal,” katanya.

Zat aktif dalam obat kimia umumnya lebih cepat diserap tubuh. Adapun obat herbal, selain lebih lambat diserap tubuh, terkadang bersifat mengikat zat dari obat kimia. Akibatnya, efek obat kimia jadi tidak maksimal. Arijanto, yang juga Kepala Poliklinik Obat Tradisional Indonesia RSU dr Soetomo, mengingatkan, ginseng tidak boleh digabung dengan obat digoxin (obat jantung) karena akan memperburuk kondisi jantung.

Selain itu, bawang putih yang juga merupakan obat herbal antikoagulan tidak boleh digabung dengan obat kimia golongan asetasol atau clopidopril. Hal ini akan menimbulkan perdarahan. ”Masyarakat masih menganggap obat herbal lebih baik dibandingkan obat kimia.

Padahal, tidak ada obat herbal yang 100 persen aman dan tidak semua obat kimia buruk,” katanya.

Ingin Mempunyai produk jamu Anda menjadi obat herbal yang terbukti klinis dan mendapatkan Sertifikat BPOM dan sertifikat Halal.

Anda bisa menghubungi Kami dan Gratis berkonsultasi

About The Author
Leave Comment
  1. 1

    "Kata Al-Qur'an, penyakit itu ada obatnya!" | PT Nanotech Herbal indonesia

    […] Baca juga: Mengkonsumsi obat herbal dengan obat khusus […]

    Reply

Cancel reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *