produsen propolis

mesin pembuat partikel nano

Teknologi nano sebenarnya sangat bermanfaat untuk kebutuhan manusia, tapi di Indonesia teknologi nano ini masih terasa asing bagi masyarakat pada umumnya.

Teknologi nano umumnya banyak digunakan dibidang kesehatan yakni medis dan pengobatan, dan tak menutup kemungkinan teknologi nano bisa digunakan di banyak bidang, misalnya bidang industri. Mengapa demikian ? karena salah satu ke untungan teknologi nano yang diunggulkan adalah pada ukuran seluruh parameter kehidupan baik biologi, elektronik, maupun yang lainnya itu bisa dikontrol secara teknis.
Mesin nano herbal di butuhkan didalam pengembangan teknologi nano dikarenakan partikel nano yang sangat kecil bisa dihasilkan oleh mesin nano.
beberapa mesin nano herbal dan kegunaannya untuk kemajuan industri kesehatan baik herbal maupun obat obatan.

Teknologi Nano yang mudah diaplikasikan ke industri,  kami menyediakan alat mesin nano teknologi seperti :
1. High Energy Milling – Ellipse 3 Dimension (HEM-E3D), merupakan Mesin untuk alat proses nano herbal / non herbal berbentuk powder (ekstrak/simplisia).
Alat ini mampu memperkecil ukuran partikel menjadi skala nanometer dalam waktu singkat.
2. Nano Wet milling, merupakan mesin untuk alat proses nano dalam bentuk pasta, cairan.
Alat ini berkapasitas 100 liter per hari dan sangat cocok untuk skala industri.
3. Homogenizer HPH mesin alat ini mampu menghasilkan nano partikel dalam bentuk pasta.
Alat ini mampu memproduksi dalam skala 20 liter per batch.
Jasa Analisa dan Pengujian Sample
Menawarkan jasa analisa (karakterisasi) dan pengujian sample partikel berbasis SEM (Scanning Electron Microscopy) dan PSA (Particle Size Analyzer).
Beberapa analisa yang dapat dilakukan, antara lain:
Mengidentifikasi unsur dan fasa kimia dari bahan yang tidak diketahui.
Mengkarakterisasi kontaminan dan hasil korosi dengan analisa mikro
PSA (Particle Size Analyzer)
Menganalisa ukuran partikel.

Elektron memiliki resolusi yang lebih tinggi daripada cahaya. Cahaya hanya mampu mencapai 200nm sedangkan elektron bisa mencapai resolusi sampai 0,1 – 0,2 nm. Dibawah ini diberikan perbandingan hasil gambar mikroskop cahaya dengan elektron.

semcompare

Disamping itu dengan menggunakan elektron kita juga bisa mendapatkan beberapa jenis pantulan yang berguna untuk keperluan karakterisasi. Jika elektron mengenai suatu benda maka akan timbul dua jenis pantulan yaitu pantulan elastis dan pantulan non elastis seperti pada gambar dibawah ini.
Pada sebuah mikroskop elektron (SEM) terdapat beberapa peralatan utama antara lain:
Prinsip kerja dari SEM adalah sebagai berikut:
 Ada beberapa sinyal yang penting yang dihasilkan oleh SEM. Dari pantulan inelastis didapatkan sinyal elektron sekunder dan karakteristik sinar X sedangkan dari pantulan elastis didapatkan sinyal backscattered electron. Sinyal -sinyal tersebut dijelaskan pada gambar dibawah ini.
Perbedaan gambar dari sinyal elektron sekunder dengan backscattered adalah sebagai berikut: elektron sekunder menghasilkan topografi dari benda yang dianalisa, permukaan yang tinggi berwarna lebih cerah dari permukaan rendah. Sedangkan backscattered elektron memberikan perbedaan berat molekul dari atom – atom yang menyusun permukaan, atom dengan berat molekul tinggi akan berwarna lebih cerah daripada atom dengan berat molekul rendah. Contoh perbandingan gambar dari kedua sinyal ini disajikan pada gambar dibawah ini.
compareelastic
Mekanisme kontras dari elektron sekunder dijelaskan dengan gambar dibawah ini. Permukaan yang tinggi akan lebih banyak melepaskan elektron dan menghasilkan gambar yang lebih cerah dibandingkan permukaan yang rendah atau datar.
Sedangkan mekasime kontras dari backscattered elektron dijelaskan dengan gambar dibawah ini yang secara prinsip atom – atom dengan densitas atau berat molekul lebih besar akan memantulkan lebih banyak elektron sehingga tampak lebih cerah dari atom berdensitas rendah. Maka teknik ini sangat berguna untuk membedakan jenis atom.
back
Namun untuk mengenali jenis atom dipermukaan yang mengandung multi atom para peneliti lebih banyak mengunakan teknik EDS (Energy Dispersive Spectroscopy). Sebagian besar alat SEM dilengkapi dengan kemampuan ini, namun tidak semua SEM punya fitur ini. EDS dihasilkan dari Sinar X karakteristik, yaitu dengan menembakkan sinar X pada posisi yang ingin kita ketahui komposisinya. Maka setelah ditembakkan pada posisi yang diinginkan maka akan muncul puncak – puncak tertentu yang mewakili suatu unsur yang terkandung. Dengan EDS kita juga bisa membuat elemental mapping (pemetaan elemen) dengan memberikan warna berbeda – beda dari masing – masing elemen di permukaan bahan. EDS bisa digunakan untuk menganalisa secara kunatitatif dari persentase masing – masing elemen. Contoh dari aplikasi EDS digambarkan pada diagram dibawah ini.
semeds
elemnt